“Menyibak Tirai Tragisme Hukuman “Lex Talionis” Tanpa Ruang
Untuk Banding Dalam Karya Agung Buya Hamka“
PENDAHULUAN
Karya agung Buya Hamka, “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck,” melampaui batas-batas cerita cinta biasa. Di dalamnya, terukir sebuah narasi yang menghujam, memperlihatkan bagaimana suatu “penghakiman” atas pelanggaran cinta yang tercabik oleh desakan adat, ekonomi dan yang paling menyakitkan oleh “keadilan” yang dipersepsikan secara personal. Pusat dari drama ini adalah Zainuddin dan Hayati, dua jiwa yang terikat oleh takdir namun terpisah oleh pakem sosial Minangkabau awal abad ke-20.
Ditulis oleh :
Urif Syarifudin – Kontributor Media PN PONTIANAK
Baca selengkapnya di sini
